PENGGUNAAN ANGGARAN COVID CORONA

PENGGUNAAN ANGGARAN COVID CORONA

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Kementerian Keuangan (Kemenkeu) telah menaikkan anggaran penanganan virus Corona (Covid-19) menjadi Rp 677,2 triliun, jumlah tersebut mengalami peningkatan dari alokasi anggaran sebelumnya yang sebesar Rp 405,1 triliun.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, alokasi anggaran tersebut akan digunakan untuk berbagai sektor.

Baca Juga: UPDATE Corona Indonesia, Rabu (3/6): 28.233 positif, 8.406 sembuh, 1.698 meninggal

Diantaranya untuk bidang kesehatan sebesar Rp 87,55 triliun, untuk perlindungan sosial sebesar Rp 203,90 triliun, dukungan kepada UMKM sebesar Rp 123,46 triliun, insentif dunia usaha sebesar Rp 120,61 triliun, pembiayaan korporasi sebesar Rp 44,57 triliun, serta untuk dukungan sektoral dan pemda sebesar Rp 97,11 triliun.

“Biaya penanganan Covid-19 yang akan tertuang dalam revisi Perpres adalah diidentifikasikan sebesar Rp 677,2 triliun,” ujar Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati usai rapat terbatas, Rabu (3/6).

Apabila mengacu pada draf Kementerian Keuangan (Kemenkeu) bertajuk Covid-19: Dampak, Penanganan, Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), & Outlook APBN 2020 yang diterima Kontan.co.id, alokasi dana kesehatan sebesar Rp 87,55 triliun akan digunakan untuk berbagai hal.

Pemerintah akan mengalokasikan untuk belanja penanganan Covid-19 sebesar Rp 65,80 triliun, insentif tenaga medis Rp 5,90 triliun, santunan kematian Rp 300 juta, bantuan iuran Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) Rp 3 triliun, alokasi dana untuk Gugus Tugas Covid-19 sebesar Rp 3,5 triliun, serta insentif perpajakan di bidang kesehatan sebesar Rp 9,05 triliun.

Baca Juga: BUMN peroleh kucuran dana Rp 52,57 triliun, BUMN apa saja yang dapat dana?

Kemudian, untuk belanja perlindungan sosial sebesar Rp 203,90 triliun alokasinya untuk bantuan sosial Program Keluarga Harapan (PKH) Rp 37,40 triliun, bansos sembako Rp 43,60 triliun, bansos Jabodetabek Rp 6,80 triliun, bansos non-Jabodetabek Rp 32,40 triliun, kartu prakerja Rp 20 triliun, diskon tarif listrik Rp 6,90 triliun, logistik/pangan/sembako Rp 25 triliun, dan Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa Rp 31,80 triliun.

PENGGUNAAN ANGGARAN COVID CORONA Adapun untuk dukungan kepada UMKM sebesar Rp 123,46 triliun akan digunakan untuk subsidi bunga Rp 35,28 triliun, penempatan dana untuk restrukturisasi Rp 78,78 triliun, belanja imbal jasa penjaminan Rp 5 triliun, penjaminan untuk modal kerja (stop loss) Rp 1 triliun, pajak penghasilan (PPh) final UMKM ditanggung pemerintah (DTP) Rp 2,40 triliun, serta pembiayaan investasi kepada koperasi melalui LPDB KUMKM senilai Rp 1 triliun.

Lalu, di dalam insentif dunia usaha sebesar Rp 120,61 triliun ini mencakup dana untuk cadangan perluasan, PPh Pasal 21 DTP, pembebasan PPh 22 impor, pengurangan angsuran PPh Pasal 25, pengembalian pendahuluan Pajak Pertambahan Nilai (PPN), penurunan tarif PPh Badan, serta stimulus lainnya.

Baca Juga: Meski dibayangi wabah corona, SKK Migas siap kebut proyek hulu migas tahun ini

Selanjutnya, alokasi dana pada pembiayaan korporasi sebesar Rp 44,57 triliun akan digunakan untuk penempatan dana pemerintah untuk restrukturisasi padat karya, belanja imbal jasa penjaminan padat karya, penjaminan untuk modal kerja (stop loss) padat karya, Penyertaan Modal Negara (PMN), dan talangan untuk modal kerja.

Terakhir, pada dukungan sektoral dan Pemda sebesar Rp 97,11 triliun dana ini akan digunakan untuk program padat karya Kementerian/Lembaga (K/L), insentif perumahan, insentif pariwisata, Dana Insentif Daerah (DID) pemulihan ekonomi, cadangan Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik, serta fasilitas pinjaman daerah.

“Rincian dana untuk korporasi maupun untuk padat karya sedang dilakukan finalisasi. Namun, kami sudah mencadangkan supaya bisa dimasukkan dalam revisi Perpres ini,” kata Sri.

Baca Juga: Hadapi new normal, Adaro Energy (ADRO) masih pertahankan panduan operasional

Higienis Kit PENGGUNAAN ANGGARAN COVID CORONA​

Higenis Kit Brosur

Higenis Kit Peralatan Higenis Portable HI KIT

Sebuah Produk Perlengkapan Kebersihan Portable Higenis Kit untuk Protokol New Normal Adaptasi Kebiasaan Baru Covid 19 Corona PSBB di Indonesia dalam satu paket pouch yang dapat dikemas dengan Logo dan Merk Perusahaan Instansi Institusi Lembaga Satuan ULP Sekolah dengan Isi Kemasan Hand Sanitizer cair atau gel, Masker Wajah 3 ply, Sarung Tangan Karet, Tissu Alkohol dalam satu kemasan praktis sebagai perlengkapan New Normal Adaptasi Kebiasaan Baru Indonesia.

Berikut adalah Daftar Produk dalam kemasan Higienis Kit :

Masker :

Masker 3 Ply Layer Filter Density

Nomor Ijin KEMENKES AKD 21603310134

Glove Sarung Tangan :

Nomor Ijin KEMENKES RI AKL 10903714629

Hand Sanitizer :

Nomor Ijin KEMENKES RI PKD 20501910687

Higienis Kit Higenis Logo Pemerintah dan Swasta​ 

Adaptasi Kebiasaan Baru

Adaptasi Kebiasaan Baru meliputi :

  1. Selalu gunakan masker saat keluar rumah
  2. Hindari menyentuh mata, hidung, dan mulut.
  3. Selalu ambil jarak lebih dari 1 meter dari orang-orang saat berada di luar rumah.
  4. Sering cuci tangan dengan sabun. 
  5. Selalu ikuti perkembangan informasi dan hanya ikuti sumber terpercaya

https://covid19.go.id/ 

https://infeksiemerging.kemkes.go.id/    https://higeniskit.com/      https://kawalcovid19.id/

Hand Sanitizer Logo dan Merk Instansi

Kami melayani pembuatan Kemasan Hand Sanitizer dalam ukuran 20ml, 50ml,100 ml, 500ml, 1000ml, 5000ml dengan model dan logo sesuai kebutuhan anda baik Instansi Pemerintah, Swasta, Kementerian, dan Lembaga.

Kami Siap Melayani Anda

Masker Logo dan Merk Instansi

Kami melayani pembuatan Masker baik Kain, 3ply, dan bahan lainnya dengan model dan logo sesuai kebutuhan anda baik Instansi Pemerintah, Swasta, Kementerian, dan Lembaga.

Kami Siap Melayani Anda

Sarung Tangan Logo dan Merk Instansi

Kami melayani pembuatan Sarung Tangan Karet, Plastik, dan bahan lainnya dengan model dan logo sesuai kebutuhan anda baik Instansi Pemerintah, Swasta, Kementerian, dan Lembaga.

Kami Siap Melayani Anda

Higienis Kit Higenis Logo Pemerintah dan Swasta About Tentang Hygienis Kit Peralatan Higienis CV Aerotechnica

Menyediakan Masker kebutuhan Proyek dan Pengadaan Barang dan Jasa dengan Administrasi Lengkap sesuai LPSE

Kami adalah perusahaan Barang dan Jasa yang melayani penjualan produk produk berkualitas dan berstandar Nasional. Kami melayani program pemerintah New Normal atau Adaptasi Kebiasaan Baru dan Kami siap melayani pemesanan Higenis Kit sesuai dengan kebutuhan anda dan kami menjamin produk kami sesuai dengan standar kemasan dan kesehatan.

Pengadaan Barang dan Jasa Masker Alat Kesehatan dan Perlengkapan Kesehatan

PENGGUNAAN ANGGARAN COVID CORONA dan Pengadaan Barang dan Jasa Alat Kesehatan dan Perlengkapan Kesehatan.

Kami CV AEROTECHNICA siap mendukung program pemerintah Adaptasi Kebiasaan Baru atau New Normal dengan menyediakan peralatan dan perlengkapan untuk kebutuhan Hand Sanitizer sesuai dengan kebutuhan masing masing instansi/lembaga pemerintah/Kementerian/ULP/Satuan Kerja/Swasta/BUMN dan Swasta Lainnya.

Seluruh Produk Kami akan diproduksi dengan kecepatan produksi rata rata termasuk desain Logo Instansi Pemerintah

Pengadaan Barang dan Jasa melalui proses Penunjukan Langsung SPK, Lelang LPSE LKPP, dan Pengadaan Non LPSE

Perusahaan kami siap memenuhi kebutuhan anda dan seluruh administrasi perusahaan kami sesuai dengan standar LPSE Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah.

Corporate Higenis Kit Peralatan New Normal Adaptasi Gugus Tugas Covid

Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah dan Swasta meliputi :

  1. Peralatan Higenis Kit New Normal Adaptasi Kebiasaan Baru
  2. Peralatan Umum kebutuhan Pandemi Covid19 dan Barang Pendukung
  3. Produk dan Jasa pendamppingan Konsultasi Pengadaan Barang dan Jasa
  4. Barang dan Jasa Lainnya